Menapaki Jejak Baru: MAPPI Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H untuk Harmoni dan Integritas Penilai Indonesia
JAKARTA | - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara profesi penilai Indonesia, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia atau MAPPI mengadakan acara Silahturahmi dan Halal Bihalal dalam suasana setelah merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.
Acara berlangsung pada hari Rabu (08/04/2026), dimulai pukul 09.00 WIB, bertempat di hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
Adapun yang hadir dalam acara tersebut, Ir. Abdullah Fitriantoro, MSc (Ketum KJPP), Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev. (Ketum MAPPI), Ossy Dermawan (Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional RI), H. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., MT (Menteri Ekonomi Kreatif), dan segenap tamu undangan yang hadir dalam acara Halal Bihalal tersebut.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan dalam kata sambutannya mengatakan bahwa profesi penilai membutuhkan ketajaman berfikir, nin diperlukan aspek dimensi moral dalam mengambil keputusan. Keputusan seseorang diperlukan kejernihan dan kejujuran. Momentum halal. Bihalal oleh Mappi, memperluas perspektif kita dan wawasan kita.
"Dalam konteks silahturahmi menciptakan ekosistem yang sehat sedang kita bangun, saling mengingatkan dan menjaga standar profesionalkme dalam penilaian pertanahan Kementerian ATR BPN. Kami berharap agar Mappi berpedoman pada standar, kode etik dan dapat dipertanggungjawabkan semuanya. Ketika menjaga integritas, menjalankan amanah dalam menjalankan tugas, " ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, H. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., MT (Menteri Ekonomi Kreatif) dalam sambutannya mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif melantik 64 IT Valuator dari MAPPI. Kerja sama ini mendapatkan apresiasi dari semua pihak. Penilai Kekayaan intelektual sangat membantu.
Adapun capaian dari Kementerian Ekonomi Kreatif RI antara lain :
1. Investasi Ekonomi Kreatif mencapai target 134 % (9, 48 % dari total realisasi investasi nasional).
2. Ekspor Ekonomi Kreatif mencapai 110 % dari target 2025, naik 12 % dari total ekspor non migas, tertinggi dalam 5 tahun terakhir).
3. Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif mencapai 107 % dari target 2025, 50 % tenaga kerja muda dibawah 40 tahun).
4. Laju pertumbuhan PDB Nasional, Pada 2024 mencapal 6,57% atau 154% di atas laju pertumbuhan PDB Nasional 2024 (5,03%).
(Data PDB 2025 dari BPS dirilis pada Februari 2026).
"Oleh karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif RI sangat mendukung dan bersinergi dengan MAPPI dalam membangun perekonomian khususnya ekonomi kreatif di Indonesia, " ujarnya.
Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev. (Ketum MAPPI) mengatakan bahwa akan terus mengundang semua pihak, Kementerian dan lembaga negara RI untuk dapat bersinergi dengan MAPPI. "Kita lebih meningkatkan ketajaman, ketelitian dalam melakukan penilaian yang kami lakukan. Harapan kami, hasil kerja dari penilai kami bisa menjadi landasan informasi kepada semua pihak yang membutuhkan. Juga jika kita tepat dalam memberikan penilaian, maka akan jauh dari proses kesalahan yang menimbulkan masalah hukum di kemudian hari serta resiko-resiko lainnya, " ujarnya.
Ir. Abdullah Fitriantoro, MSc (ketua KJPP/Kantor Jasa Penilai Publik) mengemukakan pandangan nya untuk lebih pembinaan kedalam. "Dengan momentum halal bihalal, kita ingin menjalin sesuatu hal yang baru. Dengan meningkatkan kebijakan dari kami, seperti meningkatkan standar mutu, standar imbalan jasa dan juga mengelola database properti yang bisa menjadi dasar dan handycap bagi kami. Kita mengharapkan dari pengembangan kerjasama dari MAPPI, kementerian dan lembaga negara lainnya, bisa sangat bermanfaat bagi para penilai dalam memberikan penilaian dalam suatu proyek kerja. Dengan penilaian yang obyektif dan tepat, maka dapat menjadi bahan bagi para penilai dikemudian harinya, " jelasnya.

Komentar
Posting Komentar