Aida Saskia Jalani Terapi Peptide Terapi Pendamping Kanker Yang Terus Dikembangkan Bersama Ratu Givana
Jakarta, majalahsinar.my.id - Artis Aida Saskia membagikan kondisi terkininya setelah menjalani perjalanan panjang melawan kanker payudara yang telah dideritanya selama kurang lebih lima tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, Aida mengaku sempat mengalami penurunan kesehatan signifikan hingga harus beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit. Aida menjelaskan bahwa pemeriksaan medis, termasuk CT scan dengan kontras, menunjukkan adanya peradangan di otak serta metastasis kanker. Kondisi tersebut berdampak pada gangguan saraf, seperti kesulitan berbicara, mudah lupa, kebingungan, hingga kondisi seperti linglung yang menghambat aktivitas sehari-hari.
“Sampai bicara pun sulit dan sering lupa apa yang mau disampaikan,” ujar Aida.
Dalam perjalanan pengobatannya, Aida menegaskan bahwa ia tetap menjalani protokol medis, termasuk kemoterapi. Selain itu, ia juga menggunakan terapi peptide sebagai pengobatan pendamping. Menurut pengakuannya, saat terapi pendamping tersebut sempat dihentikan, kondisi kesehatannya kembali menurun dan perkembangan penyakit menjadi lebih berat.
Setelah kembali menjalani pengobatan medis dan menggunakan lagi terapi peptide sebagai pendamping, Aida mengaku kondisi klinisnya berangsur membaik. Saat ini ia sudah dapat berbicara dengan lebih lancar, beraktivitas, beribadah, serta kembali tampil di hadapan publik dan mengikuti sejumlah kegiatan.
Meski demikian, Aida menyampaikan bahwa hingga saat ini ia belum menjalani pemeriksaan radiologis lanjutan untuk membandingkan kondisi terkini dengan hasil CT scan sebelumnya. Ia menekankan bahwa terapi peptide yang dijalaninya bukan pengganti pengobatan medis, melainkan terapi pendukung.
“Saya tetap jalani pengobatan medis. Terapi ini saya jalani sebagai pendamping,” tegasnya.
Sementara itu, Ratu Givana, yang mendampingi Aida dalam terapi pendamping, menjelaskan bahwa pendekatan yang diberikan bersifat suportif dan komplementer. Menurutnya, terapi peptide diarahkan untuk membantu proses regenerasi sel serta mendukung daya tahan tubuh pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker.
“Yang dijalani Kak Aida adalah pengobatan pendamping. Ini bukan untuk menggantikan kemoterapi, operasi, atau radioterapi, melainkan membantu tubuh lebih kuat menjalani pengobatan medis,” kata Ratu Givana.
Dari sisi medis, Dokter Indra Wijaya Spb yang terlibat dalam penanganan Aida menjelaskan bahwa kanker merupakan penyakit yang bersifat progresif dan infiltratif, sehingga tanpa pengobatan yang optimal kondisi pasien dapat memburuk. Ia menekankan bahwa pengobatan kanker pada umumnya dilakukan dengan pendekatan multimodal, yaitu kombinasi beberapa metode seperti kemoterapi, operasi, dan radioterapi.
Dr Indra Wijaya juga menyampaikan bahwa terapi pendamping, termasuk peptide, tidak menggantikan terapi utama, namun dapat berperan sebagai terapi suportif untuk membantu daya tahan tubuh dan kualitas hidup pasien.
“Pengobatan kanker tidak bisa hanya satu metode. Terapi pendamping dapat membantu mendukung kondisi tubuh pasien, selama tetap berada dalam pengawasan medis dan tidak meninggalkan protokol utama,” jelasnya.
Aida Saskia berharap kondisinya terus membaik dan mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran tenaga medis dalam penanganan kanker, serta menjaga semangat dan kesehatan mental selama menjalani proses pengobatan.
Aida Saskia hampir setiap minggu mengunjungi terapi peptide ratu givana yg beralamat di kota bekasi, ruko grand mall, blok. A no. 32 jln. Raya jendral sudirman, kranji - bekasi barat. Call centre 0812-6060-9097.
( Wati )

Komentar
Posting Komentar